Bambu Expert System

Identifikasi Spesies Bambu di Bengkulu Utara

Daftar Bambu Detail

Bambu Ampel
Bambu Ampel
Warna, Panjang, Batang Bambu Ampel
miang batang bambu 
Ketebalan, diameter batang bambu ampel
Percabangan bambu ampel<br><br>
Pepelah buluh bambu amepl
Pelepah, bentuk pelepah bambu ampel<br>
Mudah luruh, Miang, pelepah, bambu ampel
Daun Bambu ampel
Percabangan
Rebung bambu ampel

Bambu Ampel ( Bambusa vulgaris var.vulgaris )

Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatohyta
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Poales
Famili : Graminae
Genus : Bambusa
Spesies : Bambusa vulgaris

Nama Latin : Bambusa Vulgaris var vulgaris
Nama Daerah : Bambu Ampel (Indonesia), pring ampel, aor, haor (Jawa), awi ampel, aor, haor (Sunda).
Habitat : Tumbuh di daerah yang sangat kering atau lembab dan dapat tumbuh di daerah yang tergenang air 2-3 bulan.
Kegunaan :
Biasanya dapat digunakan dalam aspek berikut ini.
  • Ekonomi : industri mebel, bangunan, perlengkapan perahu, pagar dan juga sangat baik untuk baha baku kertas.
  • Budaya : Alat perang dan tiang bangunan rumah.
  • Lingkungan : memperbaiki dan meningkat sumber tangkapan air
Catatan : Jenis ini tahan jika ditanam di tempat yang tergenang air selama beberapa bulan, di samping itu juga dapat bertahan hidup di daerah yang kering dan kekurangan air. 

Ciri-ciri

Batang Rapat
Tinggi Batang 10m - 15m
Panjang Ruas Batang 20cm - 25cm
Diameter Batang 7cm - 9.8cm
Ketebalan Batang 8mm - 15mm
Warna Batang Hijau
Permukaan Batang Mengkilap Halus
Miang Pada Batang Sedikit
Warna Miang Pada Batang Coklat
Ukuran Cabang Tidak Sama
Jumlah Cabang 4 - 7
Warna Miang Pada Pelepah Buluh Hitam
Miang Pada Pelepah Buluh Banyak
Pelepah Buluh Mudah Luruh
Bentuk Kuping Pelepah Buluh Bercuping Membulat
Panjang Kuping Pelepah Buluh 1mm - 1.5mm
Panjang Bulu Kejur Pada Pelepah Buluh 2mm - 3mm
Tepi-Tepi Ligula Pada Pelepah Buluh Bergerigi
Panjang Ligula Pada Pelepah Buluh 1mm - 3mm
Posisi Daun Pelepah Tegak
Panjang Daun 15cm - 25cm
Lebar Daun 1cm - 3.5cm
Panjang Kuping Pada Daun 1mm - 10mm
Panjang Bulu Kejur Pada Daun 1mm - 2.3mm
Panjang Ligula Pada Daun 0.7mm - 1mm
Tepi - Tepi Ligula Pada Daun Rata
Bentuk Kuncup Pada Rebung Panjang Seperti Jarum
Warna Kuncup Pada Rebung Hijau Kekuningan
Miang Pada Rebung Banyak
Warna Miang Pada Rebung Coklat Tua
Bentuk Rebung Silinder

Cara Budidaya Bambu

  • Penyiapan bibit bambu
  • Langkah pertama dari budidaya bambu adalah menyiapkan bibit, yang dapat dilakukan adalah dengan cara stek batang, rhizome, atau cabang. Jika ingin mudah, bibit bisa langsung dibeli sendiri. Akan tetapi, harus benar-benar paham jenis bambunya; serta mampu membedakan bibit yang baik dan tidak.

  • Mempersiapkan media tanam
  • Lubang tanam bisa dibuat dengan ukuran yang berbeda-beda; tergantung ketersediaan lahan dan bibit yang akan dikembangbiakkan. Sebelum penanaman dilakukan, media tanam diisi dengan pupuk ditambah dengan dedaunan dan tanah hasil galian; kemudian dikomposkan kurang lebih 2 bulan. Bambu dapat tumbuh dimana saja. Bambu tumbuh baik di daerah dataran rendah maupun tinggi. Bahkan untuk jenis bambu air, bisa tumbuh di area grey water. Begitu pula dengan cara menanam jenis bambu Jepang; akan berbeda pula; karena tanaman bambu ini tergolong tanaman indoor yang bisa ditanam di tanah terbuka maupun pot.

  • Penanaman
  • Waktu yang paling disarakan untuk menanam bambu adalah pada musim hujan; sekitar bulan Desember hingga Januari; atau paling lambat Februari, bibit bambu sudah harus ditanam di lubang yang telah dikomposkan.

  • Perawatan
  • Setelah ditanam, pohon bambu membutuhkan pemeliharaan atau perawatan yang tepat agar bisa tumbuh dengan baik. Kegiatan pemeliharaan tanaman bambu meliputi penyiangan dan pembersihan tanaman dan lingkungan sekitar area tanam, penyembrotan herbisida atau pestisida untuk mengatasi gulma dan hama, pemupukan, pemangkasan untuk merapikan rumpun yang sudah mulai tumbuh tinggi, dan penjarangan. Upaya perawatan bisa bervariasi tergantung pada usia tanaman.

    Tips Budidaya Bambu

    Bambu memang menarik untuk ditanam di lingkungan rumah. Selain bisa mempercantik, bambu pun bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Meskipun demikian, penting bagi calon pembudidaya bambu untuk mengetahui bambu apa yang tepat untuk ditanam di lahan yang tersedia.

    Bambu seringkali menimbulkan masalah seperti rumpun lebatnya yang menutup pandangan atau mengganggu tanaman lain. Jika Anda memang ingin membuat sebuah kebun khusus berisikan tanaman bambu, maka tidaklah menjadi masalah. Sedangkan jika halaman rumah adalah pilihan tempat tanam, akan lebih baik untuk menanam bambu yang pertumbuhannya mengumpul, bukan menyebar.

    Selain menentukan jenis bambu yang akan ditanam, penting pula untuk mengetahui seluk beluk perawatan tanaman multifungsi ini, karena perawatan pohon bambu akan berbeda-beda bergantung pada kondisi dan usia tumbuhnya.